Syair-syair

Aku Quran tujuh masani

Aku ruh pusat rohani

Pada insan kutitip hatiku

Ku berikan padanya lidahku ini

Tak dapat kau lihat rupaku

Kecuali mencecap nikmatku

Jika kau selami lautan zatku

Ajaib nampak serta berlaku

Tersingkap rahasia setelah terlindung

Setelah ruh hakiki menjadi mendung

Siapa mengerti kandungan makna ini

Tak takut pada pedang terhunus

Seperti Al-hallaj matahati hakikat

Cinta mendalam serta melekat

Lahir “Ana al-haqq” demikian singkat

tak berkisar zat dan sifat

Kau sudah banyak menderita Tetapi

kau masih terbalut tirai’ Karena

kematian adalah pokok segala Dan

kau belum memenuhinya Deritamu tak

kan habis sebelum kau ‘Mati’ Kau

takan meraih atap tanpa

menyelesaikan anak tangga Ketika

dua dari seratus anak tangga hilang

Kau terlarang menginjak atap Bila tali

kehilangan satu elo dari seratus Kau

tak kan mampu memasukkan air sumur

ke dalam timba Hai Amir, kau tak kan

dapat menghancurkan perahu

Sebelum kau letakan “mann”

terakhir…Perahu yang sudah hancur

berpuing-puing Akan menjadi

matahari di Lazuardi Karena kau

belum ‘Mati’,Maka deritamu

berkepanjangan Hai Lilin dari Tiraz,

padamkan dirimu di waktu fajar

Ketahuilah mentari dunia akan

tersembuny iSebelum gemintang

bersembunyi Arahkan tombakmu pada

dirimu Lalu ‘Hancurkan’lah dirimu

Karena mata jasadmu seperti kapas di

telingamu…Wahai mereka yang

memiliki ketulusan… Jika ingin terbuka

‘tirai’ Pilihlah ‘Kematian’ dan sobekkan

‘tirai’ Bukanlah karena ‘Kematian’ itu

kau akan masuk ke kuburan Akan

tetapi karena ‘Kematian’ adalah

Perubahan Untuk masuk ke dalam

Cahaya…Ketika manusia menjadi

dewasa, matilah masa kecil nya

Ketika tanah menjadi emas, tak

tersisa lagi tembikar Ketika derita

menjadi bahagia, tak tersisa lagi duri

nestapa…

Darimana anda datang…. MINALLAH…dari

Allah…

Akan Ke mana anda pergi…. ILALLAH….menuju Allah

Bersama siapa anda pergi…. MA’ALLAH….bersama Allah….

Di jalan apa yang anda tempuh…. FI SABILILLAH….di jalan Allah….

Anda sebenarnya milik siapa..INNA LILLAH….sesungguh nya milik Allah…

Kepada siapa anda kembali….ILAIHI ROJI’UN…Kepada-Nya  kami kembali…

Kepada siapa anda beriman… AMANTU BILLAH… beriman kepada Allah…

Kepada siapa anda berserah diri ..ASLAMTU ILALLAH…Berserah diri kepada Allah…

Kepada siapa anda beribadah/mengabdi…A’BUDULLAH..mengabdi kepada Allah….

Kepada siapa anda mohon perlindungan… A’UDZU BILLAH… berlindung kepada Allah…

Kepada siapa anda tawakal… TAWAKALTU ‘ALALLAH… Bertawakal kepada Allah…

Atas nama siapa anda beramal kebajikan… BISMILLAH…Atas nama Allah…

Kepada siapa anda bersyukur… ALHAMDULILLAH…Segala puji bagi Allah…

Untuk siapa anda hidup… LILLAH…Untuk Allah…

Dari mana datangnya rahmat dan hidayah… MIN ‘INDILLAH…dari sisi Allah….

Dalam hidup, apa yang sebenarnya anda cari…. MARDHATILLAH…mencari Ridha Allah…

Insan datang dari Allah… Pergi menuju Allah…. Hidup bersama Allah….
Beramal untuk Allah… Tawakal kepada Allah… Kembali Kepada Allah…

dihamparan kain yang lusuh
jiwa tertunduk dan bersimpuh
memohon ampun dari yang maha pengampun
atas segala dosa-dosa
yang mencemari raga yang semakin renta
kami……

hanyalah setitik debu yang hina
yang rapuh dan tak lupa
dari hilaf serta dosa
tersadar didalam gelisah
setelah begitu jauh melangkah
setelah begitu jauh melangkah
setelah terlalu lama terlena
akan kenikmatan nafsu dunia fatamorgana
mungkinkah kan mengelupas dari tubuh
kotoran-kotoran
yang telah mendarah daging menjadi satu
kami tahu…..

tubuh yang telah terbalut dosa
takkan bisa disucikan
walau degan seluas samodra
ya…alloh

apapun kehendakmu kami ihklas
biarkan air mata ini menetes
bukan karena air mata derita
biarkan air mata ini mengalir
karena air mata bahagia
disisa-sisa ahkir nafas
berilah yang terbaek
kami yakin ENGKAU MAHA segalanya
kan terima taubat kami
sebelum nyawa terlepas dari raga

Samudra Cinta  tak bertepi

dalamnya tak terukur

gejolaknya menjadi misteri

namun tetap mengikat semua jiwa

ia rela di umpamakan sebagai apa saja

ia rela dianggap seperti apa saja

ia tidak menolak diartikan apa saja

oleh seluruh jiwa jiwa yang memang tak sama

Seperti diamnya gunung yang menjadikan gunung itu agung

yang menyadarkan setiap jiwa jiwa pencari

bahwa diam tak bergeming lebih sulit dari bergerak dan berkata-kata

seperti Cinta dan Jiwa yang menafsirkannya

Ada yang menafsirkannya dengan Kebahagiaan

Cintapun diam

Ada yang menafsirkannya dengan Sentuhan

Cintapun diam

Ada yang menafsirkannya dengan Kerinduan

Cinta tetap diam

Ada yang menafsirkannya dengan Memiliki

Cinta tetap diam

Ada yang menafsirkannya dengan Asmara

Sekali lagi…Cinta tetap diam

Cinta bak Samudra

takkan habis diartikan

dan takkan habis diungkapkan

Agung, Anggun dan Abadi

Para Pencari akan

berteriak

berkhutbah

berkomentar

bereaksi sesuai sifat uniknya masing-masing

dalam riak gelombangnya

Gelombang Samudra Cinta

sementara Para Pecinta

ikut terdiam

tak bergeming

membisu seolah tak mau tau

seolah mati

tenggelam dalam samudranya

Samudra Cinta

Cinta tak ingin di dua kan

Cinta ingin hanya tinggal dia yang ada

Seperti Pencari yang tenggelam dalam Samudranya

Awalnya berontak

Lalu meronta

Lalu berusaha terima

Sampai akhirnya tak bergerak sama sekali

T e n g g e l a m

menjadi jiwa yang tenang

menjadi jiwa yang ridha dan diridhai

menjadi kutub tanpa ajakan

menjadi panutan tanpa perintah

One response to “Syair-syair

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s