Siapakah aku empat


Lam-Alif, adalah rahasia cinta-Ku yang Kusembunyikan di balik cadar ghaibi. Tirai yang menjadi cadar dari Kemahaindahan dan Kemahaagungan nama-nama-Ku,dalam bentuk semua makhluk ciptaan-Ku.

Kemaha indahan dan Kemaha agungan-Ku, Ku-titipkan disetiap getaran yang engkau lafazkan dengan kelembutan Yang muncul dari setiap hela nafas yang melahirkan huruf pertama Alif, Lam, dan Fa.

Ketahuilah kekasih-Ku, kelembutan-Ku, kusembunyikan dibalik cadar diri Annisa, Wahai Annisa ketahuilah….dibalik cadar kelembutanmu tersimpan rahasia cinta-Ku yang harumnya dari masa ke masa menjadikan semua makhluk majnun mencoba menggapai aroma nafas cinta-Ku

Hanya Kekasihku tercinta yang menjadi yang dicinta yang akan mampu membuka cadar Kemaha indahan dan Kemaha agungan-Ku. Dia adalah yang bisa menyibakkan rahasia ‘Ain yang wujud yang terbuka dengan kunci Aslim Nabi Ibrahim.Ketahuilah, kunci itu hanya dapat diputar dengan Kehendak-Ku, Bersama-Ku yang sebenarnya ada pada semua kedalaman dirimu karena engkau adalah cinta-Ku

Didalam nama-Ku yang Maha Agung, Kehendak dan Keinginan-Ku tampil Dengan keagungan tanpa cacat dan cela. Disana, Kusimpan rahasia Cinta dan Kasih Sayang-Ku. Nama-Ku menyimpan rahasia tentang penciptaan semua makhluk Rahasia yang kusimpan pada semua yang Kukasihi

Cadar Kemaha indahan dan Kemaha agungan Ku akan Ku-buka ketika engkau melihat lembaran waktu yang menyapumu dengan kesadaran yang utuh muncul darimu sebagai makhluk yang Ku-ciptakan dengan menyaksikan Cahaya ke-Esa-an-Ku.

Itulah saat engkau dan Aku berada dalam pelukan Laam-Alif.
Ketika engkau tertunduk dihadapan-Ku, maka saat itu tabir jiwamu akan tersingkap,cadar An-Nisa pun akan terbuka. Wajah-Ku akan engkau lihat yang akan membuat dirimu semakin majnun ingin selalu dalam pelukkan Kemaha lembutan-Ku.Wahai yang Ku-kasihi…tahukah engkau siapakah dirimu..?

Tahukah engkau bahwa dirimu Ku-ciptakan dengan kedua telapak tangan-Ku. Di tanganmu kuterapkan nama-nama-Ku. Engkau akan mengenal nama-nama-Ku sekiranya setiap lembaran waktu yang lewat engkau sadari sebagai utusan Ku.

Mereka selalu menyapamu Dan membisikkan Kerinduan-Ku, “Apa khabar kekasih,lama nian engkau melupakan-Ku,dalam kesendirian dan kemandirian-Ku.Bukalah kedua telapak tanganmu,rayulah Dia yang merindukan-Mu”,

Begitulah pesan-pesan yang Kusisipkan dalam lembaran-lembaran waktu yang setiap saat menghampirimu menyapamu, mengingatkanmu bahwa Yang Maha Pengasih yang merindukanmu selalu memanggil namamu, dalam kerinduan azali dimana engkau dulu pernah bersaksi untuk selalu mengingat Dia.

Begitulah utusan-Ku selalu kupesankan untuk menyapamu Tapi, kenapakah engkau membisu..? Menyembunyikan dirimu dalam lumpur-lumpur yang menghisap daya hidupmu..?
Apakah getar-getar puisi yang selalu kuhembuskan dari Arasy-Ku Tak mampu engkau dengar lagi..?

Apakah kau menjadi tuli sehingga desah nafas-Ku tak sanggup membangunkan tidur panjangmu dari kasur kelalaian dirimu..? Apakah engkau telah menjadi buta Karena debu-debu jalanan telah membutakan Matahatimu.?

Dari tiga nama Agung-Ku,Kuhembuskan wewangian yang akan menjadi adonan kehidupan. Kesempurnaan yang menjadi kemuliaan dan kesucian-Ku Akan tampil di setiap diri yang merindukan-Ku

Al-Mu’minun, ketahuilah, semua nama-nama-Ku adalah wewangian yang dapat engkau hirup dalam kemabukan malam-malam percintaan dengan-Ku.

Dalam derai tetes air yang menjadi embun malam,Sang angin Kupaksakan untuk berhenti berhembus Supaya engkau merasakan usapan dan belai kelembutan-Ku.

Malam itu adalah malam-malam kesempurnaan dari Kekasih dan yang Dikasihi yang saling bertemu bagaikan kunci yang engkau putar membuka pintu rumah-Ku, bagaikan Bulan dan Matahari yang cahayanya menyinari wajah bumi dalam gelapnya langit malam,semua itu adalah hamparan maghfirah-Ku Permadani yang menuju pintu rumah-Kuyang selalu Ku-Hamparkan dengan cinta dan kasih sayang-Ku diatas tanda-tanda yang menjadi penopang semua bentuk ciptaa-Ku.

Alif Lam Ra, Kulempangkan permadani maghfirah-Ku, Kuhamparkan diatas Alif Laam Ra,Supaya dari setiap tetes embun yang turun,engkau akan mampu melihat dan tetap mengenal-Ku.

Ketika permadani itu engkau abaikan, ketahuilah Aku tetap mencintaimu,Ketika permadani itu engkau rusakkan, Aku tetap mencintaimu,Ketika permadani itu engkau bakar pun , Aku tetap mencintaimu.

Bahkan ketika surat-surat cinta-Ku tak pernah engkau balas, Aku tetap mencintaimu, karena engkau adalah yang Ku-kasihi dengan segenap cintaKu Kreasi-Ku yang menyimpan rahasia Kemaha agungan dan Kemaha indahan-Ku.
Ketahuilah, Kedalaman jiwamu sebagai yang di cinta Bagai piala perak yang menampung semua wewangian-Ku,Wewangian-Ku adalah bagian dari esensi dirimu yang kuanugerahi untuk mencintai-Ku,bukan menjauhi-Ku maupun mencintai selain-Ku.

Kalau kau masih tak mampu mencium wewangian-Ku Maka lihatlah dirimu sendiri. Apakah cahaya matahari yang yang selalu engkau serap dengan mata mu Tak mampu membuka tabir jiwamu.. ? Apakah keindahan rembulan yang terbelah tak mampu mengingat kenangan tentang Aku..?

Apakah setiap hembusan nafas-Ku tak pernah mengingatkan dirimu pada-Ku, Apakah setiap yang tampil dihadapanmu tak pernah membangkitkan kenangan ketika engkau berpisah setelah penyaksian-Mu Janjimu yang engkau ucapkan dihadapan-Ku ketika Aku memeluk-Mu..?

Alif, Lam Mim Ra

Bukankah sudah Ku-ingatkan bahwa nafsi yang Ku anugerahkan padamu jangan biarkan menguasaimu,Tapi engkau biarkan nafsi menggelora dalam dirimu,Padahal engkau tahu ia adalah sumber-sumber penyakit yang engkau biarkan sehingga dirimu me-nabiri dirimu,

Ketahuilah engkau adalah biji ‘Ain yang kutanam dengan dengan ridha dan ikhlas-Ku,Hanya dengan-Ku engkau akan kembali pada-Ku,dan hanya dengan cinta-Ku pula engkau akan sampai dalam pelukan-Ku.

Kemarilah, Hiruplah wewangian abadi yang selalu semerbak seiring dengan disetiap denyut YaaSiin yang menghidupkan dan mematikanmu,Yang berdetak membunyikan saat – saat penyaksian awalmu,Kuciptakan denyut itu untuk selalu mengingat-Ku Karena engkau sebenarnya tak pernah lepas dari rengkuhan kelembutan-Ku

Dari tempat-Ku yang sangat dekat denganmu,Aku melihatmu seperti ikan hias dalam akurium Yang hilir mudik tak tentu arah. Sadarkah engkau seperti ikan yang sadar bahwa engkau selalu berada dalam celupan Nama-nama-Ku. Ketahuilah,Tak ada rahasia diantara engkau dan Aku Sekiranya engkau sadar akan dirimu…

Kefanaan-mu adalah titik akhir dan awal yang sejatinya Ku anugerahkan padamu untuk selalu ingat padaku   Ia adalah cincin yang mengikat semua bentuk makhluk Agar tahu bahwa engkau akan kembali pada-Ku

Di cincin itu Ku-tuliskan nama-Ku ketika engkau tak mampu menyebut nama-Ku. Ketika yang engkau ingat hanya sebuah kata“Huwa”.Dari kenangan sesaat yang tersisa dalam lubuk hatimu, Dapatkan engkau mengingat-Ku dengan 10 huruf yang kusisipkan itu..?

Dicincin itu kutuliskan wewangian-Ku Yang kuperas dari 7 sumber mata air surgawi,Yang kuperas dari 7 bunga cinta yang tak pernah engkau kenal sebelumnya. Darinya ku perkenal-kan nama-nama dengan 7 bilangan dan 7 nama bilangan yang akan menunjuk-kan jalan kembali pada-Ku

Di cincin itu kutuliskan ‘kata-kata-Ku” dan nama Agung-Ku Sebagai tanda penyaksianmu . Cincin yang melingkar,Yang meliputi semua bentuk kemakhlukan mu Adalah kesempurna-an diri-Ku sebagai Pencipta, Pendidik dan Pemelihara semua makhluk. Maka, jangan pernah engkau coba lepas cincin itu karena sejatinya cincin itu tak akan pernah bisa engkau lepaskan.

Kemanapun engkau menolehkan dirimu,Maka yang engkau lihat adalah pendar-pendar cahaya yang dipantulkan oleh semua bentuk penampilan-Ku Asma-asma-Ku, wajah-wajah-Ku Yang dihiasai cincin dengan permata 12 permukaan,12 macam cahayanya kilau kemilau dikenakan oleh mereka yang menyadari siapa dirinya dan siapa Aku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s