Untukmu empat


Wahai saudaraku … para wali pengembala umat

Engkau ……. yang lahir dengan membawa ketentuan dan memiliki sinar cahaya terang,
Engkaulah ahli waris penghulu tauhid, penyandang pelita juhud, penabur cahaya terang benderang,
Engkaulah pemegang tongkat tauhid, sebagai amanat Mahacahaya wasiat para cahaya.

Ingatlah kiranya ……!

Tuan telah dianugerahi pengetahuan,
Segala yang ada …… , terjadi karena sebab, Kegelapan menjadikan sebab ketidaktahuan, dan ketidaktahuan manjadikan sebab kebodohan,
Kebodohan menjadikan sebab keingkaran, dan keingkaran menjadikan sebab kezaliman, Kezaliman menjadikan sebab kerusakan, dan kerusakan menjadikan sebab kesengsaraan, Kesengsaraan menjadikan sebab penderitaan, dan penderitaan menjadikan sebab kepahitan,
Kepahitan menjadikan sebab kegelisahan, dan kegelisahan menjadikan sebab ketidak terkendalian, Ketidak terkendalian menjadikan sebab kegoncangan, dan kegoncangan menjadikan sebab kiamat.

Akhir dari semua sebab kegelapan adalah kiamah,
Yang berwujud … kegoncangan, kezaliman, kerusakan dan kehancuran,
Yang berwujud … duka, lara, néstapa, derita, sengsara, siksa dan neraka,
Yang berwujud … penyesalan jiwa beriring tétésan air mata raga dan darah air nyawa raga.

Sungguh … :
Kiamat itu dekat yang jauh adalah perjalanan, dan siksaan itu dekat yang jauh adalah perbuatan,
Derita itu dekat yang jauh adalah perasaan, dan neraka itu dekat yang jauh adalah perkiraan.

Wahai kiranya…… !

Kursi… ………. adalah tempat duduk,
Berdiri tegak. … karena kaki tegak dengan empat,
Hilang satu kursi mudah tergoyang, hilang dua kursi menjadi tergoncang,
Hilang tiga kursi mudah jatuh, hilang empat kursi menjadi runtuh,
Dunia adalah tempat menetap,insan manusia adalah penghuni tidak tetap,
Raga adalah makom tempat menetap, diri sejati adalah penghuni tetap.

Dunia ……, alam …., kehidupan… dan insan manusia,
Berdiri tegak, karena tiang penyangga kesempurnan empat,
Berwujud kesejatian ilmu dan amalan, berwujud syare’at, tarekat, hakekat dan ma’rifat.

Hilang yang satu dengan sirnanya ma’rifat, makom dan tempat mudah bergoyang,
Hilang yang satunya lagi dengan sirnanya hakekat, makom dan tempat mudah tergoncang,
Hilang yang satunya lagi dengan sirnanya tarekat, makom dan tempat menjelang runtuh,
Hilang yang satunya lagi dengan sirnanya syare’at, makom dan tempat menjadi runtuh,
Hilang yang empat …. rusaklah kehidupan……, hancurlah alam, sirnalah insan,
Hilang yang empat …. kerusakan bertandang …, kiamat menjemput datang.

Wahai kiranya…… !

Tuanlah….………… sang pengembala umat,
Lahir dan terlahir…. dengan ketentuan dan patokan,
Di tangan tuan lentera cahaya penerang kegelapan, dan cahaya pelita ketidaktahuan,
Di tangan tuan cahaya pelita kebodohan, dan di pundak tuan semua beban keselamatan.

Tumbuhkanlah rasa sayangmu tuk lahirkan ketulusan, dan rasa asihmu tuk mendapatkan keridhaan
Tumbuhkanlah rasa cintamu tuk lahirkan kesenangan ,dan rasa rindumu tuk lahirkan harapan.
Bangunkanlah jiwamu, tuk lahirkan kesadaran akan wasiat dan harga diri,
Bangunkanlah jiwamu, tuk lahirkan kesadaran akan amanah dan pesan kebenaran,
Bangunkanlah ragamu, tuk lahirkan darma, amalan dan perbuatan kehormatan diri,
Bangunkanlah hati dan pikirmu, tuk lahirkan kesadaran akan kewajiban.

Cintailah mereka…… !

Mereka sengsara…., karena kaya akan kebodohan dan miskin dengan ilmu dan pengetahuan,
Mereka dzalim……., karena kaya akan kegelapan dan miskin dengan kebenaran dan pemahaman,
Mereka ingkar ……, karena kaya akan kepedihan dan miskin dengan nasehat dan wasiat,
Mereka rusak……., karena kaya akan derita dan miskin dengan kebaikan dan kasih sayang,
Mereka lupa …….…, karena kaya akan air mata dan miskin akan tawa,
Mereka tersiksa..…, karena kaya dengan tipu daya dan miskin dengan kebenaran,
Mereka menderita…, karena kaya dengan nafsu angkara dan miskin dengan kesejukan,
Mereka hina …….., karena kaya dengan nista dan miskin dengan adab darma.

Wahai kiranya…… !

Di atas cahaya ada cahaya,
Setiap cahaya akan berhias Cahaya……, bila dipercikan dengan keikhlasan
Setiap cahaya akan bermakna Cahaya…., bila ditaburkan dengan ketulusan,
Setiap cahaya akan berguna Cahaya……., bila disampaikan dengan kerelaan,
Setiap cahaya akan bersinar Cahaya….…, bila ditaburkan dengan kasih sayang,
Setiap cahaya akan berkekuatan Cahaya…, bila disampaikan dengan kecintaan,
Setiap cahaya akan sirna Cahaya ……….., bila disampaikan dengan kebencian,
Setiap cahaya akan terpukul Cahaya ……., bila disampaikan dengan cara bernafsu.

Wahai pengembala umat… berhias cahaya…… !

Janganlah tuan terlena dengan semaraknya tipu daya dunia, terlupa dengan semaraknya fatamorgana, berebut tawa berlomba suka,
Janganlah tuan tertidur dengan hangatnya selimut suka yang fana, terbuai dengan semaraknya
bangga dan tawa, berebut senang berlomba menang,
Janganlah tuan tertidur dengan hangatnya selimut jaya yang fana, terbuai semarak puji dan kata, berebut sabda berlomba kata,
Janganlah tuan terlena dengan semarak tipudaya fatamorgana, terlupa dengan kuasa dan perkasa, berlomba dunia berebut kuasa,
Janganlah tuan terkubur keangkuhan keanekaragaman, congkak dan sombong, kandas dengan nafsu angkara murka, berebut tahta berlomba makhkota.

Tipu daya, fatamorgana, kuasa dan perkasa, jaya yang fana, puji dan kata, keangkuhan aneka ragaman congkak dan sombong dan nafsu angkara murka, menjadi sebab :

Redupnya cahaya, yang berdampak sinar tak menyala. Dan tuan akan kehilangan arti dan makna,
Tenggelamnya cahaya, yang berdampak tak tampak. Dan tuan akan tersandung dan tersungkur,
Padamnya cahaya, yang berdampak tak tampak. Dan tuan akan kehilangan cahaya dalam jiwa,
Hilangnya cahaya, yang berdampak gelap gulita. Dan tuan akan kehilangan jiwa dan rasa,
Sirnanya cahaya, yang berdampak kegelapan. Dan tuan terlupa akan diri yang sejati, Gusti Yang
Widi dan Mustika Permata Cahaya sejati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s