Untukmu enam


Wahai… Saudara sejati…… !
Aku senantiasa hadir di antaramu, berupaya berada di sekitarmu,dan berusaha menyertaimu,
Aku adalah ahlimu……. dan engkaulah ahliku,
Satu kata satu irama, satu tempat satu kandungan dan satu keluarga,
Satu adab satu ikatan, satu rasa dan satu perasaan,
Satu satu arah satu tujuan, satu kendaraan, satu perjalanan.

Wahai… Saudaraku…… !
Hardiklah aku……, sebagaimana aku kan menghardikmu,
Sapalah aku sebagaimana aku menyapamu, dan akuilah aku sebagaimana ku mengakuimu,
Terimalah aku sebagaimana aku menerimamu, dan bantulah aku sebagaimana ku membantumu,
Lindungilah aku sebagaimana aku melindungimu, dan tolong aku sebagaimana ku menolongmu.

Janganlah kaubodohi aku karena ku tidak tahu, dan bohongi aku karena aku selalu setuju,
Janganlah kaujauhi aku karena aku lemah tak berdaya, dan khianati aku karena mempercayaimu,
Janganlah kaucampakan aku karena aku tak berjaya, dan hinakan aku karena ku tak berjasa,
Janganlah kaunodai aku karena kepolosanku, dan campakan aku karena ku tak mampu sepertimu,
Janganlah kausakiti aku karena tak mampu mengerti kamu, perdaya aku karena tak mengikuti akumu,
Janganlah kaurusak aku karena tak mengikuti keinginanmu, dan binasakan aku karena tak mengikuti ambisimu.

Wahai… Saudaraku… … !
Darah dagingmu adalah juga darah dagingku, dan darah dagingku adalah juga darah dagingmu,
Nyawamu adalah juga nyawaku .……… dan nyawaku adalah nyawamu,
Harga dirimu adalah harga diriku …… dan harga diriku adalah harga dirimu,
Kehormatanmu adalah kehormatanku … dan kehormatanku adalah kehormatanmu.
Engkau adalah hak dan kewajibanku dan aku adalah hak dan kewajibanmu,
Engkau haram atas darah dagingku dan aku haram atas darah dagingmu,
Karena kita adalah satu…., terikat tali ikatan ketentuan,
Karena kita bersatu…
Saudara yang terikat tali ikatan kekerabatan dan sekeluarga terikat tali ikatan keturunan,
Saudara yang terikat tali ikatan persaudaraan dan menyatu terikat tali kekeluargaan,
Saudara yang terikat tali ikatan perjalanan dan menyatu terikat tali kendaraan,
Saudara yang terikat tali ikatan petualan gan dan menyatu terikat tali pengembaraan,
Saudara yang terikat tali ikatan ketauhidan dan menyatu terikat tali kejuhudan,
Saudara yang terikat tali ikatan keyakinan dan menyatu terikat tali adab kesejatian,
Saudara yang terikat tali ikatan kerahasiaan dan menyatu terikat tali kesejatian,
Kita se-ia memikul beban amanah dan sekata memikul beban wasiat,
Kita seirama memikul beban hikayat,secerita memikul beban riwayat.

Kepada Saudaraku …… Sesama Insan

Engkau yang senantiasa hadir…..
Mengikuti langkahku dan menyertai perjalananku,
Mengikuti petualanganku dan menyertai pengembaraanku,
Dan akupun begitu.

Engkau merasa, mendengar, melihat, bercita,
Engkau berjalan,berbuat, berkarya,berdarma,berkendaraan dan menetap,
Dan akupun begitu.

Kita senantiasa …..
Berjalan berdampingan tetapi tak searah, berbuat dan berkarya tetapi tak seirama,
Berjalan bersamaan tetapi beda kendaraan, berjalan menempuh tujuan sama tetapi beda arah jalan,
Kita senantiasa tetap menjaga perasaan untuk saling menjaga keseimbangan darma kerahasiaan-Nya.

Janganlah kau usik aku………, sebagaimana ku tak mengusikmu,
Janganlah kauganggu aku……, sebagaimana ku tak mengganggumu,
Janganlah kaupaksa aku ….….., sebagaimana ku tak memaksamu,
Janganlah kaumusuhi aku……, sebagaimana ku tak memusuhimu.

Ketahuilah … wahai … saudaraku… !

Aku hanyalah menyampaikan pesan kebahagiaan menurut hak-Nya dari Yang Mahabenar,
Aku hanyalah menyampaikan amanat keselamatan wasiat kemenangan dari Sang Penguasa Kebenaran
Aku hanyalah penyambung lidah kasih sayang Paduka Yang Maha Pengasih dan Penyayang.

Mengenai Satria Jagat Nabi Utusan dan bangunan kesejatian-Nya ( “Muhammad” ) di bumi :

Yaitu … para Satria Amparan Jagat “ Para Nabi Rosul Alloh “ yang tersebar di bumi, amparan bangunan kesejatian-Nya (“Amparan Muhammad”), dan darma “amparan syaré’at, hakékat dan
ma’rifat-Nya,” yang beranékaragam nama dan corak “Perahu Nuh” sebagai kendaraan tauhid darma juhudnya, menurut adab kaum umat manusia yang tersebar di seluruh penjuru bumi.

Yaitu…Satria Awal Jagat “Ahmad bin Abdulah”, bangunan kesejatian syare’at-Nya di bumi dan darma syaré’at Muhammad, yang menggunakan “Perahu Nuh” Ki Arab sebagai kendaraan tauhid
darma juhud jiwa raga umat manusia di bumi sampai akhir jaman.

Yaitu…Satria Tengah Jagat “Imam Mahdi Sang Waruga Jagat Raya Ratu Adil”, bangunan kesejatian
hakekat-Nya di bumi, dan darma hakekat Muhammad, yang menggunakan “Perahu Nuh” Ki Sunda sebagai kendaraan tauhid darma juhud akma-sukma umat manusia di bumi sampai akhir jaman.
Yaitu…Satria Akhir Jagat “ Insan Sang Agung,” bangunan kesejatian ma’rifat-Nya di bumi, dan darma ma’rifat Muhammad, yang menggunakan “perahu Nuh” Dalam Kerahasiaan sebagai
kendaraan tauhid darma juhud nyawa umat manusia di bumi sampai akhir jaman.

Yaitu …kesempurnaan bangunan kesejatian-Nya ( “ syare’at, hakekat dan ma’rifat Muhammad” ) di bumi, dan kesempurnaan Perahu Nuh kendaraan tauhid darma juhud umat manusia (“jiwa-raga,akma-sukma dan nyawa” ) di akhir jaman.

Wahai… Temanku……!

Janganlah kau taburkan benih yang menghancurkan …..
Benih kebencian, karena akan menjadi kezaliman. Benih kedengkian, karna akan menjadi pertengkaran,
Benih kegelapan karna akan menjadi kerusakan. Benih kehancuran karna akan menjadi penderitaan,

Peliharalah alam semesta, karena tempat kita bercocok tanam dan cita agar sampai ke tujuan,
Peliharalah rukun, agar peroleh ketentraman dan damai agar peroleh ketenangan,
Peliharalah cinta kasih, agar peroleh kesenangan dan kasih sayang agar peroleh kerukunan,
Peliharalah adil, agar peroleh kemenangan, dan salam agar peroleh kejayaan,
Peliharalah bijak agar peroleh kesejahteraan dan arif agar peroleh kebahagiaan,
Peliharalah keseimbangan agar peoleh kejayaan, dan adab agar peoleh kelanggengan.

Janganlah kau taburkan kebencian…!

Karena percikan darahnya akan menjadi jilatan-nya, dan tumpahan-nya akan menjadi minuman-nya,
Karena irisan daging akan menjadi santapan-nya, dan tulang belulang akan menjadi rebutan-nya,

Kita bertengkar senantiasa akan menjadi tontonan-nya, dan kebimbangan akan menjadi permainannya,
Kita merana senantiasa akan menjadi kesenangan-nya, dan menangis akan menjadi nyanyiannya,
Kita menghancurkan senantiasa akan menjadi tujuan-nya, dan menyesal akan menjadi kemenangan-nya.

Mereka itu yang senantiasa berupaya,
Mencari lengah membuat tipu daya …., mencari mangsa melepas angkara murka, dan membuat durjana melampiaskan dendam membara.
Mencari jalan membuat perdaya ………., mencari kesempatan menabur derita dan sengsara, melepas durja menampung tetesan darah dan derai air mata, Mencari upaya membangun nista ………, menghancurkan tiang tauhid merobohkan bangunan juhud semua adab darma yang ada.

Mereka itu Iblis musuh Adam, yang nyukma menjadi setan musuh manusia, yang menjiwa menjadi
Fir’aun musuh para nabi dan meraga menjadi dajal musuh Imam Mahdi – Ratu Adil – Sang Waruga Jagat Raya – Satria Penabur Buah Jaitun
Mereka itu Iblis musuh Adam, yang bernyawa akma membara pemegang tahta kuasa bara. Yang berupaya membuat tipu daya, bekerja membuat
celaka,bertekad membuat terusir Adam dan Hawa,bersemayam dalam nyawa manusia.

Mereka itu setan musuh manusia, yang bernyawa sukma menyala pemegang tahta kuasa durjana,Yang berwujud jin dan manusia, berupaya membuat tipu daya, bekerja membuat duka dan nestapa,
berkarya membuat merana, berusaha membuat sengsara umat manusia, bersemayam dalam lelembutan manusia,

Mereka itu fir’aun musuh para sejati, bernyawa jiwa membatu nyala pemegang tahta kuasa angkara,
berwatak anjing dan serigala, bersifat ular berbisa, penghuni hutan belantara buana, pemakan bangkai penghuni bumi, penabur bau penyebar bibit penyakit, bersemayam dalam jiwa manusia,

Mereka itu dajal musuh Makhluk Alloh KHalifah Dzat Illahi (Mahdi) – Ratu Adil – Sang Waruga Jagat Raya – Satria penabur buah zaitun. Bernyawa raga membaja bara, pemegang tahta kuasa nista,
bermisil kebo merah raksasa, bertaring runcing berlumur darah, penghuni dasar bumi penghancur kehidupan penghuni buana, penabur lahar penyebar api darma nista, bersemayam dalam raga manusia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s