Untukmu delapan


Wahai Iblis yang bernyawa akma membara …pemegang tahta kuasa bara,
Yang berupaya membuat tipu daya, bekerja membuat celaka, bertekad membuat terusir Adam-Hawa

Wahai Setan yang bernyawa sukma menyala … pemegang tahta kuasa durjana,
Yang berupaya membuat tipu daya, bekerja membuat duka dan nestapa, be rkarya membuat merana jiwa, berusaha membuat sengsara umat manusia.

Wahai Fir’aun yang bernyawa jiwa membatu nyala… pemegang tahta kuasa angkara,
Yang bersifat anjing serigala berwatak ular berbisa, penghuni hutan belantara bumi, pemakan bangkai penghuni bumi, penabur bau penyebar bibit penyakit.

Wahai Dajal yang bernyawa raga membaja bara…pemegang tahta kuasa nista,
Yang berwujud kebo merah raksasa, bertaring runcing berlumur darah, pemakan darah nyawa
manusia, penghuni dasar bumi penghancur kehidupan penghuni bumi, penabur lahar penyebar api.

Wahai nista ……. yang menjadi jembatan penghubung kiamat darma semesta,
Yang berwujud kemanunggalan nyawa penghantar kiamah rusaknya darma kehidupan alam semesta.

Engkau hidup, akupun hidup, engkau bernyawa dan akupun miliki jaya,
Aku bersabda engkau membuat upaya,aku berjalan engkau membuat tipu daya, Dan aku tetap mencari jalan,
Aku bercita, engkau membuat rintangan; aku berkarya engkau buat kerusakan; dan aku membangun engkau menghancurkan,
Dan aku tetap kan melakukan perlawanan.

Wahai yang bernyawa akma membara, sukma menyala ……!
Engkau hidup dengan upaya.…….…….. dan aku hidup dengan do’a,
Engkau hidup dengan tipu daya .…….dan aku hidup dengan upaya,
Engkau hidup dengan angkara………… dan aku hidup dengan cinta,
Engkau hidup dengan dendam membara dan aku hidup dengan kasih dan cinta,
Engkau hidup dengan sengsara.….……dan aku hidup dengan selamat sentosa,
Engkau hidup dengan neraka.………….dan aku hidup dengan surga.
Engkau hidup demi angkara.…………, dan aku hidup dengan sentosa,
Engkau hidup demi dendam membara …dan aku hidup demi cinta,
Engkau hidup demi neraka .……….… , dan aku hidup demi cinta,
Engkau hidup sepanjang nyawa…….dan aku hidup sepanjang jaya,
Engkau mati karena janji……….……,dan aku mati karena pati.

Wahai… nyawa berhias api menyala bara…… !
Engkau yang senantiasa berbahagia kala aku sengsara, dan merasa sengsara kala aku tertawa,
Engkau yang senantiasa bersuka ria kala aku menderita, dan merasa tersiksa kala aku bahagia,
Engkau yang senantiasa celaka kala aku selamat aman sentosa,dan merasa binasa kala aku jaya.

Dengan upayamu aku senantiasa dapatkan tahu, dengan tipu dayamu aku dapatkan ilmu,
Dengan sumpah serapahmu aku dapatkan hikmah, dengan tawamu aku dapatkan wahyu,
Dengan suka riamu aku senantiasa dapatkan makna, dengan kebencianmu aku dapatkan jatidiri,
Dengan kelicikanmu aku senantiasa dapatkan harga diri, dengan kesenanganmu aku dapatkan rasa,
Dengan amarahmu aku dapatkan ampunan, dengan keuntunganmu aku dapatkan kemenangan.

Karena engkau senantiasa tak mau tahu,
Bahwa aku. . …… tak sendiri dan menyendiri, tak berpisah dan bercerai berai,
Bahwa aku. .……tak bercerai dan memisahkan diri, tak jauh dan menjauhkan diri,
Bahwa aku satu, menyatu dan bersatu dengan nyawa Yang Maha Satu.

Sungguh… takkan berguna usahamu……,
Karena aku cinta dengan nyawa bukan karena surga, dan suka dengan rasa bukannya karena tahta,
Karena aku benci dengan hati bukan karena nasib,dan takut dengan dosa bukannya karena neraka,
Karena aku harap dengan do’a bukan karena dunia, dan berdzikir dengan nurani bukan karena tahta,
Karena aku berbuat dengan kuasa bukan karena rizki , berjalan dengan kehendak bukan karena takdir.

Sungguh… takkan berguna tipu dayamu… …,
Kau katakan dengan keingkaran. … .., aku dengarkan dengan akal dan pikiran,
Kau sesatkan aku dengan tipudaya…, aku selamatkan dengan tobat dan ampunan,
Kau bisikkan aku dengan tipuan… …, aku dengarkan dengan ilmu dan pengetahuan,
Kau perbuat aku dengan perdaya ….., aku perbuat dengan ikhlas, arif dan bijaksana.

Engkau tiupkan kegelapan . … ..…, aku hidupkan dengan cahaya,
Engkau taburkan kesesatan . …. ….,aku hidupkan dzikir dan do’a,
Engkau buatkan kemunafikan . ……, aku buatkan kearifan,
Engkau hembuskan nafsu angkara .., aku taburkan cinta sesama.

Wahai yang bernyawa jiwa membatu angkara dan bernyawa raga membaja nista ……!

Engkau rusak tiang ketauhidan dan robohkan darma kejuhudan, aku bangun reruntuhan dengan ilmu sejati dan darma mulia,
Engkau hamparkan nista dan taburkan nafsu angkara durja, aku hamparkan batuwangi dan taburkan siliwangi,
Engkau hancurkan peradaban pengisi buana dan alirkan air mata raga, aku bangkitkan puing dengan
cahaya langit dan bangun dengan akhlak jiwa mulia,
Engkau binasakan kehidupan alam buana dan teteskan darah nyawa, aku bangun reruntuhan dengan kehidupan jaya dan silsilah darma generasi adab mulia,
Engkau kerahkan kekuatan semua babalad durja, yang berjatidiri batu angkara, bangunan baja nista
darma bebau sejati, karya kerusakan abadi, dan cahaya kekegelapan pintu kiamah sejati,
Dan aku iringkan para satria cahaya amparan bumi dan langit, yang berjatidiri batuwangi, bangunan siliwangi, darma wewangi sejati, karya pajajaran abadi, pelita cahaya Mahasejati pakaian jaya sejati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s