Syair delapan


Wahai …. Sang cahaya berhias cahaya, penghias cahaya dan pembuka cahaya………. !
Wahai …. Sang cahaya penutup cahaya, penyempurna cahaya dan penghulu cahaya……. . .!

Engkaulah hak atas kuasa kerajaan cahaya, dan engkaulah bangunan Sang Mahacahaya,
Engkaulah kuasa atas tahta kebesaran kerajaan cahaya, dan kau miliki keagungan cahaya,
Engkaulah penggenggam kuasa tahta kemuliaan cahaya, dan kau pimpin balatentara cahaya, penabur
cahaya dan petualang perjalanan cahaya,
Engkaulah khalifah alam dan kehidupan jagat raya, dan imam dalam darma kehidupan alam semesta
cahaya, pengembala cahaya dalam perjalanan pengembaraan cahaya.

Engkau perangi kebodohan yang menyelimuti alam semesta raga, jiwa, sukma, akma dan nyawa,
Engkau terangi kegelapan yang menutupi kalbu, akal, hati dan pikiran manusia,
Engkau naungi darma kehidupan alam semesta syaré’at, hakékat dan ma’rifat makhluk dicipta,
Engkau taburkan cahayamu kesegenap penjuru alam semesta, penjuru hidup dan kehidupan jagat raya,
Engkau percikan cahayamu, kesegenap penjuru bangunan syaré’at, hakékat dan ma’rifat-Nya,
Engkau tegakkan cahayamu, kesegenap penjuru raga, jiwa, sukma, akma dan nyawa insani,
Engkau sinarkan cahayamu, kesegenap penjuru alam semesta yang fana dan abadi.

Sungguh agung dan mulia cahayamu, seagung kebesaran mukjizatmu, semulia kehormatanmu,
Sungguh luas dan tinggi cahayamu, seluas cinta, kasih sayang dan syafa’atmu, setinggi harkat,
derajat dan martabatmu,
Sungguh perkasa cahayamu, sekuat keyakinanmu, sekokoh ainalyakin-mu, setegar haqqulyakin-mu,
Sungguh kokoh cahayamu, sekokoh benteng yakin, pelumpuh angkuh, congkak, angkara murka,
penjaga musuh kesombongan dan tipudaya, penakluk nafsu angkara durja,
Sungguh jaya cahayamu, semegah bangunan kesejatian, sejauh perjalanan, seluas alam, sebanyak
persinggahan, sepanjang masa dan jaman, sepanjang silsilah pengisi jaman, menembus akhir jaman,
Sungguh rahasia cahayamu, sehalus sinar kebeningan , seterang sinar mentari, sesejuk embun pagi,
selembut angin sepoy, menembus rahasia alam jagat raya,
Sungguh indah cahayamu, seindah wujud da n sifatmu, seelok darma dan perbuatanmu,
Sungguh lembut cahayamu, selembut hati nuranimu, sesejuk kasih sayang dan kecintaanmu, selembut
kerahasiaanmu.

Sempurnalah cahayamu … :
Meliputi kesempurnaan jatidiri raga, jiwa, sukma, akma dan nyawa,
Meliputi kesempurnaan bangunan kehidupan syaré’at, hakékat dan ma’rifat,
Meliputi kesempurnaan kehidupan lahiriah dan batiniah, kehidupan dunia dan akhirat,
Meliputi kesempurnaan kehidupan semesta yang fana dan abadi, yang beraga, berjiwa dan bernyawa,
Sungguh ……. engkaulah kesempurnaan dan yang menyempurnakan cahaya semesta,
Sungguh ……. aku tak kuasa, menghimpunkan cahaya paduka kekasih yang mulia,

Aku berharap dan berbuat,
Atas kekuasaan paduka kekasih Dzat Yang Mahakuasa, dan atas kehendak Paduka Sang Penguasa
alam semesta jagat raya,
Atas ridha Paduka Kekasih Yang Mahamulia, dan atas izin Paduka Kekasih Yang Mahabijaksana,
Atas syafa’at dan mujizat paduka kekasihnya Sang Mahasegalanya,
Dapat bersatu, menyatu dan menyatukan dengan paduka kekasih Sang Penghulu Cahaya.

Percikan cahayamu :
Aku gunakan sebagai pakaian kebesaran penutup auratku, dan tongkat pusaka pegangan hidupku,
Aku hunus sebagai keris pusaka senjata yakinku, dan sebagai kendaraan perjalanan dzikirku,
Aku pelihara sebagai tempat tinggal dan hijrahku, dan aku simpan sebagai warisan pusaka harta
kekayaan hidupku,
Dan percikan cahayamu aku tampilkan, sebagai intan permata perhiasaan kekayaan harga diriku.

Wahai… Paduka… kekasih yang mulia …… !

Aku senantiasa berharap, atas kuasa, kehendak dan ridha-Nya,
Cahayaku, cahaya Paduka dan cahaya Paduka Kekasih Yang Mahamulia,
Berpadu menjadi satu, menyatu menjadi satu, manunggal menjadi satu, meskipun tidaklah harus
berarti satu.

Solawat dan salam …….aku sampaikan :
Sepanjang nafasku, sebanyak detak jantungku, sejauh perjalananku, sebanyak persinggahanku,
Sepenuh raga, jiwa, sukma, akma dan nyawaku, sepanjang waktu, umur dan usiaku,
Semoga tercurah kepadamu ……
Paduka kekasih yang mulia, para kekasihmu, para ahli warismu dan para nyawa pengikut sejatimu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s