Untukmu tiga


Para Mualaf – Santri Sejati,Musafir Petualang Ilmu Sejati
Bocah Angon Pengembala Cahaya Sejati

Wahai Saudaraku …. !

Engkau lahir dan tercipta….… dari ketentuan sebagai santri petualang sejati,
Senantiasa haus dengan ilmu… dahaga dengan pengetahuan,
Berkelana mencari makna.……. mengembara mencari kebenaran,
Menjelajahi lorong kehidupan… singgah ditiap persinggahan kehidupan.
Waktumu habis di perjalanan, masamu di jalanan, tempatmu di persimpangan jalan,
Umurmu habis di pengembaraan, usiamu dalam petualangan, tempatmu di penyelaman,
Engkau musafir petualang sejati, santri sejati… sampai akhir nanti, nyawa raga dijemput pati.

Kusampaikan sesuatu…

Tuhan Pencipta dan makhluk tercipta,
Dua sisi……, kaya akan arti dan makna yang rahasia,
Dua sisi……, ada di alam semesta yang fana dan abadi,
Dua sisi……, ada dalam diri yang fana dan diri yang hakiki.

Yang mencipta tunggal abadi, yang tercipta jamak yang fana,
Yang mencipta esa, yang tercipta berjodohan,
Yang berjodohan bertolak belakang dan bersebrangan,
Yang berjodohan bertentangan dan berlainan,
Yang berjodohan berawal sama dan berakhir tidaklah sama,
Yang berjodohan bermula sama dan berakhir pula tidak sama,
Yang berjodohan berawal dan berakhir sama dan juga tidak sama.

Wahai saudaraku …. !

Carilah ilmu sampai ketemu, pengetahuan sampai kau dapatkan,
Bacalah diri sampai mengerti, alam sampai paham, dan hidup sampai khatam,
Baca dan ajilah Tuhan sampai kaudapatkan dan kehidupan sampai khatam,
Yang ada dalam diri sejati…, kehidupan diri sejati… dan kehidupan alam semesta.
Di sanalah…… hakekat mustika permata dan cahaya sejati incaran insan,
Di sanalah…… tahta kerajaan sejati dan alam kehidupan abadi,
Di sanalah…… adanya hakekat kebenaran yang sempurna dan sejati,
Di sanalah…… tempatnya diri yang sejati dan Gusti Yang Widi,
Di sanalah…… adanya Tuhan Pencipta dan mahluk alam tercipta,
Sampai..…….. engkau meny aksikan …… dengan mata hatimu sendiri.
Aku senantiasa :
Berharap agar engkau segera dapat bertatap, dan berdo’a ag ar segera dapat bertemu,
Berkeinginan agar engkau segera dapat menyaksi , dan berharap agar segera dapat memiliki.

Wahai Saudaraku …. !

Semua insan manusia lahir dan tercipta sebagai pengembala,
Pengembala diri yang sejati. . dan rasa yang bercahaya,
Pengembala bumi yang bernyawa … raga yang berjiwa, jasad bernyawa …. tubuh yang hidup,
Pengembala akal yang cemerlang … nafsu yang bersinar, hati yang benderang … pikiran terang,
Diri yang merasa sakit … raga yang menderita, rasa yang berduka … raga yang merasa lara,
Jiwa yang merasa bahagia …raga yang merasa sentosa, hati yang menyesali … raga yang menderita,
Akal selamat …… jiwa ragalah yang sejahtera, nafsu celaka ….. jiwa ragalah yang tersiksa.

Wahai Saudaraku …. !

Akal dan nafsu adalah rahmat. Dengannya :
Terciptalah semua kehidupan, terbentuklah semua urusan, terjadilah semua kejadian,
Semaraklah semua keanekaragaman, terbentanglah tatapan yang ada di hadapan,
Akal dan nafsu menjadi ukuran, batasan dan ketentuan.
Baik dan buruk adalah perjalanan, selamat dan binasa adalah akhir perjalanan,
Kebaikan dan keburukan adalah akibat, keselamatan dan kecelakaan adalah dampak.
Akal dan nafsu adalah sebab, hati dan pikiran adalah takaran,
Ilmu dan pengetahuan adalah lentera penerang, amal dan perbuatan adalah tanaman,
Akhlak dan budi pekerti adalah paka ian dan perhiasan dandanan kesejatian.

Wahai Saudaraku …. !

Peganglah tongkat sebagai pegangan dan penunjuk jalan,
Hunuslah keris pusaka sebagai senjata keyakinan dan cambuk sebagai peringatan,
Peganglah ilmu sebagai lentera cahaya penerang jalan dan pengetahuan sebagai kendaraan,
Tirulah amal perbuatan nabi sebagai pakaian kebesaran, ahlak budi pekertinya sebagai perhiasan, dan perbuatannya sebagai patokan dan ukuran.

Jadikanlah :
Syahadat sebagai tongkat pegangan perjalanan, iman sebagai keris pusaka senjata keyakinan,
syaré’at-Nya sebagai kendaraan dalam petualangan dan kejuhudan sebagai pakaian kebesaran,
Agar engkau menjadi pengembala sejati yang tahu arti, tahu diri dan tidak tinggi hati,
Yang bertahta dalam alam raga sejati. dan alam batin abadi,
Agar gembala menjadi aman, selamat sentosa dan sejahtera,
Hidup di alam semesta yang fana dan alam jagat raya yang kekal abadi,
Agar diri menjadi senang dan mendapat kemenangan,
Bertemu, hadir, menghadiri dan duduk bersanding di samping Majikan dan Yang Mahasejati.

Wahai Saudaraku… pemegang tahta kuasa bangunan syare’at…

Berbahagialah … dan mulialah engkau…, yang lahir dan tercipta :
Sebagai pemegang tahta kuasa, dan pemegang kuasa tongkat kebesaran bangunan syare’at,
Sebagai ahli yang mengibarkan bendera kebesaran syaré’at, dan ahli waris yang memikul beban amanah wasiat syaré’at,
Sebagai ahli waris yang menjunjung adab kesejatian syare’at, memikul beban kenabian dan wasiat kerasulan syare’at,
Sebagai pemegang kunci rahasia para jiwa raga, Maha pencipta, alam semesta dan makhluk tercipta menurut adab kesejatian syaré’at,

Di tanganmu……, kuasa kedamaian kehidupan, dan kearifan kehidupan syare’at,
Di tanganmu……, kebenaran ilmu, dan kelurusan kehidupan syare’at,
Di tanganmu……, kunci rahasia adab kehidupan bangunan syare’at.

Ingatlah kiranya……

Syaré’at adalah :
Sebuah bangunan kesejatian-Nya, yang hak menurut sifat syareat-Nya (“Syare’at Muhammad”)
Sebuah kerajaan kebesaran-Nya, yang hak menurut darma syare’at-Nya
Sebuah simbol kesejatian bumi dan raga, yang hak menurut adab perjalanan kesejatian syare’at-Nya.

Senantiasa bersentuhan :
Dengan urusan kehidupan lahir dan batin, tubuh makhluk binatang beraga dan berjiwa,
Dengan urusan hati dan buah sanubar, nafas dan paru, otak dan pikiran,
Dengan urusan pengetahuan dan logika, pemahaman dan keyakinan,
Dengan juhud dan darma, urusan rasio dan kenyataan, karya dan budaya, bahasa dan misil siloka.

Tenang tentramnya jiwa raga karena kejuhudan atas tauhidnya; damainya jiwa raga karena menjaga
urusan pada tempatnya; jayanya jiwa raga karena kekhusuan pada ketentuannya; kemenangan jiwa
raga karena perbuatan menjungjung adab kesejatian syare’at-Nya; dan surganya ( Su-waruga / Suwarga) nya jiwa raga karena ketetapan jiwa raga pada ajaran kebenarannya.

Tenang dunia karena kejuhudan bersama atas tauhidnya, tentramnya dunia karena kebersamaan
menjaga urusan pada tempatnya, Jayanya dunia karena kekhusuan bersama pada aturannya,
damainya dunia karena perbuatan bersama menjungjung adab kesejatiannya, dan surganya dunia
karena ketetapan bersama pada ajaran kebenarannya.

Ingatlah… wahai Saudara sejatiku…… !

Janganlah kaucampakkan hakekat.
Karena itu adalah :
Bangunan kesejatian-Nya, yang hak menurut sifat hakekat-Nya (“Hakekat Muhammad”),
Kerajaan kebesaran-Nya, yang hak menurut darma hakekat-Nya,
Simbol kesejatian langit dan adam, yang hak menurut adab perjalanan kesejatian hakekat-Nya,
Tempat petualangan akal dalam perjalanan ainal yakin, perjalanan cahaya dalam petualangan ilmu
sejati, petualangan kalbu perjalanan rasa, darma adam khalifah bumi pengembala jiwa dan raga,

Janganlah kaucampakkan ahlinya.
Karena mereka adalah ….
Adalah sejatinya hamba Gusti, pengembala nyawa penguasa jiwa pengembala raga,
Adalah musafir sejati yang menelusuri jejak para nabi, pengelana sejati yang menggenggam arti sejati,
Adalah pengembara sejati yang menggali mutiara sejati, penyelam diri yang hidup penuh arti,
Adalah pencari arti yang kaya akan hakiki, penggali sejati yang yang kaya akan makna sejati.

Janganlah kaucampakkan ahlinya.

Di tangannyalah rahasia nyawa sejati di pundaknyalah tugas menghidupkan dunia,
Di tangannyalah rahasia hidup sejati di pundaknyalah tugas kelanggengkan alam semesta,
Di tangannyalah rahasia cahaya sejati di pundaknyalah tugas menerangi kehidupan jagat raya,
Di tangannyalah rahasia darma sejati di pundaknyalah tugas membangun bangunan
kesejatian hakekat-Nya, “ Hakekat Muhammad,”
Di tangannyalah rahasia Mahasejati di pundaknyalah tugas mengemban amanat nyampaikan wasiat kebenaran,menurut adab kesejatian hakekat-Nya. Merekalah Mustika Permata Cahaya Sejati

Wahai Saudaraku… pemegang tahta kuasa bangunan hakekat… !

Berbahagialah … dan mulialah engkau…, yang lahir dan tercipta :
Sebagai pemegang tahta kuasa, dan pemegang kuasa tongkat kebesaran bangunan hakekat,
Sebagai ahli yang mengibarkan bendera kebesaran syaré’at, dan ahli waris yang memikul beban amanah wasiat hakekat.
Sebagai ahli waris yang menjunjung adab kesejatian hakekat, memikul beban kenabian dan wasiat kerasulan hakekat,
Sebagai pemegang kunci rahasia para akma-sukma, Mahapencipta, alam semesta dan makhluk tercipta
menurut adab kesejatian hakekat, amanah wasiat hakekat.

Di tanganmu……, kuasa kedamaian kehidupan, dan kearifan kehidupan hakekat
Di tanganmu……, kebenaran ilmu, dan kelurusan kehidupan hakekat,
Di tanganmu……, kunci rahasia adab kehidupan bangunan hakekat.

Ingatlah kiranya…… !

Hakekat senantiasa bersentuhan :
Dengan urusan kehidupan akma dan sukma, adam beraga dan adam berjiwa,
Dengan urusan kalbu dan akal, nafsu dan kekuatan,
Dengan urusan ilmu dan cahaya, penyaksian dan ainal yakin,
Dengan urusan rasa dan kerahasiaan, tauhid dan darma.

Tenang tentramnya adam karena kejuhudan jiwa raga atas tauhidnya, damainya adam karena kemampuannya menjaga kurungannya, kemenangan adam karena kemampuan memimpin jiwanya
mengembalakan raganya, surganya ( su-waruga / suwarga) nya adam karena ketetapan adam pada
perjalanan kesejatiannya. Dan jayanya adam kare na keluhuran ilmu, kebesaran cahaya, keluasan jangkauan dan ketajaman sinarnya,
Tenang dunia hakekat karena kejuhudan semua adam atas tauhidnya, tentramnya dunia hakekat
karena kemampuan para adam menjaga kurungannya, damainya dunia hakekat karena kemampuan
adam mengendalikan kendaraannya, surganya dunia karena ketetapan bersama pada ajaran
kebenarannya, dan jayanya dunia hakekat karena keluhuran ilmu, kebesaran cahaya, keluasan jangkauan dan ketajaman sinar para adamnya.

Ingatlah… wahai Saudara sejatiku…… !

Janganlah kaucampakkan syare’at!
Karena :
Itu adalah bangunan kesejatian-Nya, yang hak menurut sifat syaré’at-Nya (“Syaré’at Muhammad”)
Itu adalah kerajaan kebesaran-Nya, yang hak menurut darma syare’at-Nya,
Itu adalah kendaraan perjalanan sejatinya, yang hak menurut adab kesejatian syare’at-Nya,
Itu adalah simbol kesejatian bumi dan makhluk raga, yang hak menurut pe rjalanan kesejatian
syare’at-Nya,
Tempat petualangan pikir perjalanan yakin, petualangan dzikir perjalanan do’a, perjalanan darma
pengembaraan hati gembalaan adam khalifah bumi pengembala jiwa dan raga,
Kendaraan akal dalam perjalanan ainal yakin, kendaraan cahaya dalam petualangan ilmu sejati,
kendaraan kalbu perjalanan rasa, kendaraan dan kurungan darma adam khalifah bumi pengembala jiwa dan raga.

Janganlah kau campakkan ahlinya!
Karena mereka adalah ….
Sejatinya hamba Gusti, armadanya akma, gembalaan sukma adam khalifah bumi,
Kendaraananya adam hamba Gusti,dalam menjalani perjalanan tauhid darma juhudnya di muka bumi,
Rumahnya adam hamba Gusti,dalam menjalani pengembaraan darma kekhalifahannya di muka bumi,
Kurungannya adam hamba Gusti,dalam menjalani petualangan darma pengembalaannya di muka bumi

Janganlah kaucampakkan ahlinya.
Di tangannyalah pemahaman ……., di pundaknyalah tugas menghidupkan alam,
Di tangannyalah pengetahuan…… di pundaknyalah tugas membangun kejayaan kehidupan alam,
Di tangannyalah wawasan ….., di pundaknyalah tugas mengelola alam dan kehidupan,
Di tangannyalah darma nyata.….., di pundaknyalah tugas membangun peradaban penghuni alam,
Di tangannyalah rahasia Mahasejati …, di pundaknyalah tugas mengemban amanat nyampaikan
wasiat kebenaran, menurut adab bangunan kesejatian syare’at-Nya “ Syare’at Muhammad.”
Merekalah Mutiara Cahaya Sejati.

Wahai Saudara… ahli tarekat ….!

Ingatlah kiranya…… !
Hakekat tanpa syare’at longgar, dan syaré’at tanpa hakekat hampa dan kosong,
Hakekat tanpa syare’at iman tak berislam, dan syaré’at tanpa hakekat takwa tidak beriman,
Hakekat tanpa syare’at telanjang bulat (jurig), dan syaré’at tanpa hakekat raga tak berjiwa (bangkai),
Hakekat tanpa syare’at telanjang adalah ahli kubur ( jurig ), dan syaré’at tanpa hakekat mayat hidup,
Syaré’at dan hakékat, adalah sifat-nya, darmanya dan bangunan kesejatian-Nya di bumi, menurut ukuran adab kesejatian.

Hidup ini adalah tarekat, dan kehidupan adalah perjalanan tirakat di bumi,
Penghidupan adalah jalan tarékat dan tempat garapan hidup adalah kendaraan tirakat,
Niat adalah pintu, kebeningan adalah jalan, tauhid adalah kendaraan dan juhud adalah perjalanan dalam bertarekat.
Syahadat adalah tongkat pegangan, iman adalah keris senjata pusaka, islam adalah dandanan dan ihsan adalah pakaian dan adab kesejatian,

Yakinkanlah dirimu, kuatkanlah tekadmu, teguhkanlah pendirianmu, tetapkanlah hatimu,
Berpegang teguhlah kepada janji sejati syahadatmu,
Berjalan luruslah kepada patokan, ketentuan, aturan dan janganlah abaikan itu,
Berdiri tegaklah dengan ketegaran iman, islam dan ihsan,
Arungi lautan syare’at dan selami rahasia hakekat,
Sebrangi bahtera kehidupan syare’at dan sebrangi bahtera kehidupan hakekat,
Jalani kehidupan syare’at dan gali rahasia kehidupan hakekat,
Berpegang teguhlah kepada syare’at dan raihlah rahasia hakekat.

Selama engkau masih menyandang nyawa, memiliki akma, mempunyai
sukma, menggunakan jiwa dan memanfa’atkan raga,
Janganlah engkau tinggalkan syare’at dan abaikan hakékat kecuali atas kehendak-Nya dan di luar
kemampuanmu, agar dapat menjadi sejati yang arif dan bijak,
Di pundakmu terletak kemenangan atas kebesaran dan keagungan
bangunan syare’at dan hakekat,
Dan janganlah tertipu daya karena gemerlapnya, teraniaya karena semaraknya, terlena karena keasyikannya, dan terlupa karena keanekaragaman syare’at dan hakekat.

Dan engkau harus meyakinkan, bahwa syare’at dan hakekat…
Terlahir atas kuasa Yang Mahapencipta dan atas kehendak Yang Mahakuasa, Terlahir atas rahmat Yang Mahakuasa dan atas kebesaran Yang Mahakuasa.

Kuasa, kehendak dan rahmat-Nya, adalah sifat Sang Pencipta dan melekat pada Sang tercipta
Tak ada sifat dan tabe’at dari perbuatan-Nya yang melekat pada Sang Tercipta yang tak berguna, tak bermanfaat, tak berfaedah, tak berarti, tak bermakna, dan tak berharga, atau yang hina.
Kecuali kita tidak bisa menempatkan sifat dan tabi’at pada tempatnya menurut ukuran adabnya.
Karena Tuhan Mahasempurna dan sempurna terhadap yang jadi ciptaan-Nya.

Ingatlah kiranya…… !

Alloh …… adalah dzat-Nya. Maksud dan tujuan, awal dan akhir perjalanan,
Muhammad adalah sifat-Nya. Pembuka jalan, penunjuk jalan, dan pengantar perjalanan,
Muhammad adalah bangunan-Nya. Arah jalan, panduan petualangan, dan perahu kendaraan,
Muhammad adalah sifat dan bangunan kesejatian di semua alam kehidupan.
Makhluk,, adalah darma-Nya. Perbuatan, perjalanan, persinggahan, petualan gan dan pengembaraan
Insan ………., adalah surat, ayat, kalam, sabda dan kitab-Nya di semua alam dan kehidupan
Diri, adalah bacaan, ajian dan penyelaman bagi perjalanan tarekat syare’at, dan misil siloka bagi perjalanan tarekat hakekat.

Jadilah engkau penengah perselisihan.……. antara dua kebenaran dalam diri,
Jadilah engkau pendamai perseteruan.……. antara dua keyakinan dalam diri,
Jadilah engkau penunjuk jalan kebenaran ..… antara dua pengalaman dalam diri,
Jadilah engkau penerang jalan kebenaran… antara dua pemahaman dalam diri, Semoga tarekatmu menjadi penunjuk jalan kebenaran di atas kebenaran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s