Satu jalan


Ada beberapa perbedaan manusia dalam ”mencari” Tuhan.

Jika dalam agama maka pencarian itu ada dalam diri.

Man arofa nafsahu arofa robahu, Siapa yang kenal dirinya mengenal TuhanNya.

Agama dalam arti keyakinan sesungguhnya,jika dalam Spiritual, pencarian itu ada di luar diri.

Artinya pencarianya di alam,dengan mencermati keberadaan mahluk yang ada. Maka,dalam visi spiritual(rohaniah). Dia menemukan banyak lika-liku yg menghadang.

Karna ”dalam jalan ini tidak praktis”.
Tamsilnya, jika kita ingin bertemu raja,temui dulu bawahanya ajudan,sekretaris negara,para mentri,para diplomat dll.

Itulah sebabnya di kenal para nabi,rosul,wali Allah, para kiyai,ustad dsb.

Padahal sebetulnya di antara mereka pun hijab dengan ALLAH. Maka di kenalah konsep rindu, cinta dsb. Namun dalam ‘agama’ simpel banget.

Awaludin marifatullah/Awal agama mengenal Allah.

Artinya ”koneksi langsung” kepada Allah. karna Allah saja yg ada pada zhohir sampai bathin,pada awal sampai akhir.

Maka,dalam jalan ini tidak ada/di bicarakan tentang malaikat,iblis, manusia,nabi,rosul, wali Allah, bahkan alam semesta.
Begitu juga konsep ridho, cinta, taqwa dsb.

Seluruh nama telah Jami /terkumpul pada satu nama, ALLAH.
Seluruh sifat yang ada hanya sifat ALLAH, nah,dalam diri yang terkoneksi langsung dengan Allah adalah nafas dan kedipan mata.

Jika telah tercermati nafas dan kedipan.
Baru akan benar menyadari siapa yg wujud selama ini.

Maka ketika taqwa,adalah di ibadahkan Allah.
Karna jika masih merasa ibadah,belum merasa di ibadahkan Allah. Berarti ada 2 kehendak,kehendak diri dan kehendak Allah.

.

Nafas itulah yg memisahkan/barzakh.
Antara kehendak ALLAH KEPADA HAMBA.
Dalam tarik turunnya nafas ada sirr/rahasia antara Allah dengan hamba.

Nafas berbeda dengan angin di rongga dada. Kedipan, antara melek dan terpejam per- sekian detik.

Gak mungkin bagi yang normal, melek tanpa kedipan selama sejam,atau merem terus. Kedipan dan nafas itulah kunci kesadaran abdi kepad ALLAH.

Makanya di sebut dzikir anfus/diri yaitu nafas dan kedipan, jika mencermati degan seksama 2 hal tersebut, akan ada faedahnya.

Itulah mengapa para pertapa mengolah nafas,tapi tidak mencermati kedipan mata. Abdi itu jika terbuka kesadaranya,maka tidak memiliki kesadaran tentang apapun kecuali (AKU) ALLAH YANG ADA.

Ketika tidur-pun ia bercakap’ dengan Allah. Ketika terpejam ia melihat diri-Nya.

Anak kura’ di didik induknya hanya dengan tatapan dan kedipan mata, tanpa kata’ sedikit pun.
Makanya kura’ ada yg umurnya ratusan tahun.

Beda halnya dengan ikan lain yg berkmunikasi dengan gelombng suara umurnya pendek dibanding kura’.  Artinya kedipan mata pun punya potensi besar dalam mempengaruhi peradaban alam.

Contoh: orang yg melukis dengan meracik takaran obat.
Kedipan matanya beda karna ada kejelian dalam mencermati.

Begitu pun orang yg bashiroh, tatapan mata,kedipan matanya beda dengan orang yang cuma baca kitab agama.
Seolah sudah tua,karna kebijakan/ hikmah.
Padahal umurnya cuma 20 tahun.

Silahkan cermati.

Wafi anfusikum afala ta’qilun, ? Demi dirimu apakah tak terpikir ?

Kalau kedipan mata sudah tercermati, akan faham mengapa kepakan sayap lebah 600x/detik sehingga menyebabkan lebah dapat ilham dari Allah seperti dalam surat an-nahl.
Sedangkan hewan lain tidak dapat ilham.

Rerumputan pun tampa bergoyang menyumbulkan alif atas ke-Esaan KU.

 

 

 

One response to “Satu jalan

  1. hewan selain Lebah tdk dpt ilham dariNYA ?
    Knp bgtu ya?

    Bgmna dg burung gagak yg menunjukan cara menguburkan saudara habil/qabil yg mati (dsebutkan dlm Quran)? Dan burung Hud2 yg memberi kabar kpd nabi Sulaiman?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s