Makna mim


”Seluruh makhluk akan sulit memahami hakikat Muhammad. Dari jarak dekat maupun jauh, tak satupun yang mengerti. Bagaikan matahari yang tampak kecil dan jelas dari kejauhan, padahal mata tak mampu melihatnya bila berdekatan.

Ketidak mampuan memahaminya itu karena sudah merasa puas bertemu dengannya walaupun dalam mimpi. Padahal jika mengetahui, “tiada keharuman di dunia ini yang melebihi tanah yang mengubur jasadnya” Maka beruntunglah orang yg menghirup dan mencium tanahnya. Sehingga raga maupun jiwanya, semuanya Adalah CahayaNya. Rosulullah s.a.w pernah bersabda: ”Ada orang-orang yg melihatku di dalam cahaya yg sama seperti halnya aku melihat mereka”

KEUNIKAN MIM..

Di antara sEluruh para nabi dan rosul alaihi sholatu wa salam.
Hanya Syahadah kpd MUHAMAD S.A.W SAJA YANG DI SERTAI KATA ROSULULLAH. Sebagai contoh :

1.Syahadah Adam a.s. Asyhadu alaa illaaha ilallah wa asyhadu alaa ADAM FITRATULLAH. 2.Syahadah Ibrahim a.s Asyhadu alaa illaaha ilallah wa asyhadu alaa IBRAHIM KHOLILULLAH. 3.Syahadah MUSA A.S Asyhadu alaa illaaha ilallah wa asyhadu alaa MUSA KALAMULLAH. 4.Syahadah ISA A.S Asyhadu alaa illaha ilallah wa asyhadu alaa ISA RUHULLAH. 5.Syahadah MUHAMAD S.A.W Asyhadu alaa illaha ilallah wa asyhadu alaa MUHAMAD ROSULULLAH.

Silahkan di cek,dari 124.000 jumlah nabi dan rosul. Hanya MUHAMAD bin Abdullah Saja, YANG DI KATAKAN ROSUL OLEH ALLAH DALAM SYAHADAH. Barangsiapa memahami MAQOM ROSUL ALLAH YANG DI MAKSUD Pada Kata setelah MUHAMAD. Sungguh telah bersatu dgn Nur Muhamad. Tapi jika belum memahami Maqom Rosul yg di maksud. Selamanya ia bersyahadah seperti hewan dan tumbuhan yg hanya memahami MUHAMAD…

Syahadah air pada qoharnya.
Syahadah api pada qiamnya
Syahadah angin pada jamalnya
Syahadah tanah pada sirrnya

Syahadah manusia. Pada bashornya (ب) pada samiunnya(س) pada muttaqalimunnya(م) Pada lathifnya (ل) pada hayunnya(ه) jadi bismillah gak di baca pun sebenar nya sudah berlaku pada diri…. Cuma sampai dimana sadarnya…??? Maka,cuma di nafaspun syah tanpa diucap dan di syahadati. jadi munusia itu syahadahnya baru di nafas. blm pada BasharNya,SamiunNya dsb.

KEKEJAMAN MIM..”Laqod Jaa akum rosulun min anfusikum” “Telah dibangkitkan Rosul dari dirimu sendiri” Rosul dalam dirimu pada ayat ini bukan diri manusia diangkat jadi nabi dan rosul yang menerima wahyu setelah zaman s.a.w wafat. Karna ìslam sudah sempurna. Tapi yg memiliki sifat rosul. Shidiq,amanah, tabligh,fathonah.

Maka dalam al-qur’an khataman nabiyin, penutup nabi.
Tidak ada kata khataman rosul, penutup rosul. Sedangkan ROSUL s.a.w itulah sbgai contoh yg harus di ikuti oleh umat yg satu, sehingga umat yg meneladaninya berhak mendapatkan bagian dari 1/23 kenabian walaupun hanya mimpi yg benar. Dimana membawa ke Maqom Rosul (sidratul muntaha) sehingga di sebut Maqoma Mahmuda. (Tempat yg Terpuji)

Amanah ini hanya bagi yg telah menanggalkan slimut tebalnya dimana diri tlah benar’ tegak lurus laksana Alif. Yaa ayuhal muzamil. QUM !! Hai . . . Orang berslimut tebal. Berdirilah !!! Sedangkan bagi yg masih bengkok seperti toge. Tidaklah membawa sifat rosul.Tidak layak tabligh, amanah,fathonah apalagi shidiq. Yaa… Ayyuhal mudastir. Qum ! Hai, orang yg berkemul. Berdirilah. Berkemul : berslimut tebal.

Jadi mudastir dan muzamil itu artinya sama, berslimut tebal.
Tapi korelasi ayatnya secara kesuluruhan masing’ berbeda. Bedanya, muzamil itu berdiri dgn sifat rosul. Mudastir berdiri tanpa sifat rosul. Maka, akhirnya mudastir ke saqor. Muzamil ke maqom mahmuda. Padahal keduanya sama’ mentasbihkan Allah azza wa jala. Sama’ menanggalkan selimut tebalnya. Karena mudastir “pakaianya masih belum suci” Jadi pakaian pun harus suci juga. Pakaian apa???

TAQWA. Amal Yang ikhlas tanpa mengharap imbalan apapun dunia akherat. Bagaimana taqwa itu ikhlas,jika selembar rupiah masih di tukar ilmu. Sedangkan Ilmu itu tidak bisa di beli degan uang karna Ilmu bukan barang dagangan. Pengetahuanlah yang dapat di beli dengan uang seperti koran dan buku. Ketika pengetahuan di dapat, maka ilmu tidak kau miliki. Karna jalur ilmu hanya dari rosulullah saja.

Maka, Allah tinggikan drajat orang yg beriman dan berilmu. Bukan yang beriman dan berpengetahuan.) ilmu adalah tak di capai oleh akal dan rasa. Ilmu yg di maksud di sini adalah cahaya. Maka sifat cahaya slalu lurus tidak pernah bengkok. Tidak dapat di sentuh dan di pegang. ilmu adalah cahaya dan tak pernah di berikan kecuali kepad yang Taqwa lahir bathin. Dalam do’a s.a.w: Ya Allah jadikan rambutku bercahaya,kulitku bercahaya, tulangku bercahaya, uratku bercahaya, hatiku bercahaya, cahaya di samping kanan,kiri,depan,atas blakang. Jadikan seluruh diriku cahaya dan besarkanlah. Maka,jadilah kamu ANNUR.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s