Sang kisah


Dinamakan Allah itu bukan dzat mutlak Atau dzat,sifat,asma,af’al. Karna Allah itu sudah merupakan kisah. Kini yg ada bukan dzat,sifat,asma,af’al,wujud Nya.

Contoh: Biji duren yg ditanam maka ia sempurna dengan keghoibanya. Tapi tidak pernah di sebut sempurna pada tahapan ini. Karna hanya dirinya sendiri yang tau keadaanya di kegelapan tanah. Ketika menjadi akar,batang,pohon,ranting,daun dan buah. Pada tahap ini biji ghoib dalam zohir pohon sehingga memiliki bathin pohon yaitu ruh. Biji ghoib menjadi zhohir dan bathin. Tapi pohon itu tetap tidak berawalan atau akhiran.

Karna jika pohon ada dari dlm biji, lalu di tanam jadi akar,batang,ranting,daun dan buah maka tidak bisa lagi dikatakan pohon ghoib pada biji. Kemudian pohon itu tidak berahiran. Walaupun pohon itu jadi kursi,kusen,tongkat,perahu,pinsil kayu bakar. Pohon itu yang ghoib, tapi berubah dalam wujud yang lain walaupun itu arang sekalipun

Setiap akar tidak serupa dengan batang, setiap batang tidak serupa dengan akar, bahkan dahan dengan dahan, ranting degan ranting mading-masing berbeda satu dengan yang lain. Begitu pun dedaunan yang satu dengan yang lainnya, buah duren yang satu dengan yang lainnya. Bahkan sampai kepada rasa duren pun jika di teliti seksama, Masing-masing laisya kamistilihi syaiun. Tak serupa dengan apapun.

Biji yang ghoib tetap degan keghoibannya, pohon yg zhohirpun di sertai keghoiban biji di bathinya. Pohon dan biji itu tdk berawal ataupun berakhir. Lalu apakah dzat kayu tetap dgn dzat kayunya? Apaka nama pohon tsb akan tetap ktka sudah jadi mebel dan arang..??? Apakah sifat biji, pohon,mebel dan arang tetap sama..??’

Maka itulah kisah si biji duren, si batang pohon, setelah menjadi mebel hilanglah mebel ketika mengingat kisah biji duren yg tak lain dirinya yg awal. Kini biji duren tinggal nama, begitu pun si batang pohon. Si mebel sudah tau kemana dia akan kembali, yaitu ke ghoiban yg maninggalkan nama dan kisah awal. Tinggal bgmana ia memperlakukan dirinya agar namanya baik.

Tentu saja mebel tak dapat menjadi biji ataupun pohon.
Tapi mebel tak lain dari biji dan pohon. Mebel itu mungkin akan bermerk davinci dengan disalut emas. Dan tinggal di ruang tamu milyoner atau di kamar tidur sang raja. Davinci bukan merk sembrang merk mebel. Davinci sudah menjadi perlmbang status kaum elit bonafid.

Ataukah mebel itu akan bermerk lain yg tidak disalut emas dgn kualitas kayu yg rendah. Yg tdk tahan lama lalu di makan rayap dan ahirnya rusak menjadi kayu bakar dan di bakar api sehingga hasilnya menjadi arang. Mebel tak lain dari kayu,tapi di akhirnya mebel menjadi status dari pemilik mebel. Sehingga mebel perlmbang kemewahan si milyoner.

Ia awal tinggal di hutan ketika menjadi pohon,kini tinggal di rumah mewah ktka mnjadi mebel. Tapi mebel yg bermerk davinci palsu, ia takan pernah tinggal di rumah milyoner, ataupun di ostana raja. Karna kualitas kayu takan bisa di palsukan, bgtupun kualitas merk ternama. Ia akan ketauan kepalsuanya walaupun oleh yg awam sehingga tdkan pernah tinggal di rumah milyoner.

Lambat laun mebel palsu itu akan rusak seiring berjalanya waktu dan ahirnya jd kayu bakar agar lebih berguna. Nah, skarang yg mana yg di katakan mebel kualitas asli yg bisa jdi perlambang status rajaTepuk dada dan tanya diri masing-masing. Ukur kualitas kesempurnaan diri. Apakah di jalan selamat atau tidak. . .

Diri insan sendiri yg tau dgn pasti. MAZHOHARTU FII SAY’IN KAZUHRI FIL INSAN {tiada nyata AKU kepada sesuatupun seperti pada insan}. walau sangat terang dan nyata lengkap DIA pada insan/muhammad. dan pernyataan nya AKU adalah ENGKAU dan ENGKAU adalah AKU.  serupa tapi tidak sebanding, ia tidak bisa dinyata kan DIA yang sebenar nya

Tetapi tidak laen dari pada DIA tadi. karena martabat di sini, ada perkara QADIM dan MUHADAST dan di martabat ANA ANTA ini. DIA bukan ZAT lagi, setelah bertajalinya. lalu yang mana DIA sebenar nya? ini lah rahasia.???.zat bukan, kerna di martabat zat atau ahdah tuhan, di situ LA’TANYIN/TIADA’TAPI NYATA.

belum lagi ada sifat, asma dan af’al nya. tidak bisa dikata kan sempurna. dan bertajali beberapa martabat, baru dia sempurna,tapi diri nya bukan zat lagi. ahmad/muhammad awal juga bukan DIA sebenar nya. yang merupakan tajalinya, martabat sifat bagi nya. nur muhammad/muhammad akhir juga bukan DIA sebenar nya, yang merupakan tajalinya, martabat asma bagi nya.


ruh juga bukan DIA sebenar nya, yang merupakan tajalinya, martabat af’al bagi nya, dan muhammad juga bukan DIA sebenar nya, yang merupakan maujud zat, sifat, asma dan af’al nya. tetapi semua itu tidak laen daripada DIA. kalau dari semua martabat dan ber pasal-pasal dan perincian/proses tajalinya, di dilihat nampak diri nya,.tetapi di katakan dirinya sebenar nya bukan lah seperti proses ke adaan perincian/tajalinya.

itu cuma kisah. tetapi diri nya sekarang ibarat biji telah menjadi pokok. jadi yang dilihat nampak pada perincian/tajalinya tadi. ibarat proses biji menjadi pokok. dan sempurna dia, DIA yang menjadi pokok sekarang. dan pokok bukan biji lagi. Lalu mebel itu jelas kedudukannya sebagai yg memiliki rahasia/ kisah si biji dan pohon duren.

AL-LISAN FIL INSAN TARJUMANUL QOLBI WAL QOLBI TARJUMANUL HIDAYAH WAL HIDAYAH MIN NURIL QODIM.
{Lisan insan itu rjemahan dari hati, dan hati terjemahan dari hidayah, dan hidayah dari pada nur yang qodim}.
WA ZAUQU FI NAFSI BI ZAUQI.
{dan pengrasa pada diri insan yg haq itu pengrasa ku}.

AL INSAN SIRRI WA ANNA SIRRUHU

{Insan adalah rahasiaku dan aku pun rahasianya} Walaupun rahasia tapi rahasia itupun sudah di jelaskan olehNya.  Diri insan yg hakiki itu terdiri dari 4 hal/keadaan:

1.Diri Terdiri (Jasmani, jasad)
2. Diri Terperi (Yang terdiri dari Roh (dijadikan), Akal, dan Nafsu, asma) atau di namakan juga Ruhul Yaqazah
3. Diri Sebenar Diri, yang terdiri dari istilah Insan, atau di kenali juga sebagai Ruhul Hayat, [ nama lain Ruhku, Ruh Qudsi, Ruh Qudus, Muhamad Mustafa Rasullulah], (ruh yang tidak dijadikan).
4, Diri Tajalli pada sifat Kamal. [bukan makhluk tetapi, Tuhan dengan sifat KeagunganNya,}

Dan adapun hubungan ruh insan/ruh ku pada martabat kedudukan tajali nya adalah merupakan kedudukan martabat af’al bagi tuhan.
Dimana ruh insan/ruh ku merupakan dari pada sifat nya/(nur muhammad/ruh nabi).{AKU BAPAK SEKALIAN RUH}.
Dan proses bukan secara antara bapak dan anak atau pun diciptakan.

maksud bapak disini yaitu roh insan/ruhku suatu pancaran dari roh nabi/nur muhammad.tetapi dia tidak bercerai dan tidak bersekutu. analogi nya..kita lihat matahari. cahaya nya yang terang yang meliputi seluruh dunia ini dengan sinar2 kecil yang ada di atas papan lantai dalam rumah. perumpamaan ini lah dahulu kita perhati kan. yaitu pada sebuah rumah yang atap nya ber lobang2. maka banyak lah ter dapat beberapa pancaran2 sinar2 kecil berada di atas papan lantai rumah tersebut.

Itu tadi. yang besar nya tidak sama, dan jarak nya juga tidak sama, sehingga menurut ke adaan bentuk lobang nya atap itu sendiri.
kemudian walau pun dia be ribu2 juga banyak nya sinar kecil tersebut, itu. tetapi namun induk nya sememang nya hanya satu saja, yakni si cahaya yang besar meliputi se dunia. kemudian jika dipandang dari sudut lainya. maka memang lah sinar kecil ini lain dari sinar yang besar itu.

nyata nya yang kecil berada dalam rumah dan yang besar berada di luar rumah. hingga yang kecil tidak bisa jadi besar, dan yang besar tidak mau jadi yang kecil. simpul nya yang kecil hanya mampu menerangi seluas diri nya saja, tetapi yang besar dia sanggup menerangi seluruh dunia ini. walau pun berbeda ke dudukan nya antara sinar besar dengan sinar kecil. yang kecil bukan yang besar, dan yang besar bukan yang kecil.

tetapi kedudukan nya’ tidak bercerai dan tidak juga bersekutu. kenapa jadi tidak di katakan begitu, karena antara sinar kecil dengan sinar besar tidak ada putus2 nya, tidak ada renggang nya tidak ada dindingnya. karena sinar kecil itu ada nya karena sinar besar tadi. yang merupakan pancaran dari sinar besar tadi. ini lah yang dimaksud kan bukan bercerai, dan juga bukan bersekutu. bukan ia dan bukan lain,.tetapi esa ada nya.

Lalu soal ini kita umpamakan. matahari itu diri tuhan. dan sinar besar itu, roh nya nabi/nur muhammad. dan sinar kecil itu roh insan/roh ku . Lalu kita simpul kan dari segi wahdah nya, bukti nya matahari sampai sinar 2 kecil ini dia tidak putus nya, tidak renggang,tidak terdinding hanya esa saja.

Dan begitu pula ke duduk kan ruh insan/ruhku (sinar kecil), itu suatu pancaran dari ruh nabi/nur muhammad (sinar besar) dan nur muhammad (sinar besar) itu dari pada zat/ujud/diri nya(matahari). Sinar besa r(ruh nabi/nur muhammad)merupakan sifat bagi matahari (zat/ujud/diri).Sinar keci l(ruh insan/ruh ku) merupakan af’al bagi matahari (zat/ujud/diri).

KESIMPULAN :
,Allah itu bertajali,maka DIA adalah : Sifat pada dzat (wahdah),..kemudian sifat bertajali, maka DIA adalah : dzat pada insan (wahidiah). sifat pada dzat (wahdah) artinya : tiada bercerai sifat dan dzat, tiada bersatu sifat dan dzat.kerana sifat adalah dzat itu sendiri…,sementara dzat pada insan (wahidiah) artinya : tiada bercerai insan dan Nur muhammad, tiada bersatu insan dan Nur muhammad. kerana pada hakikatnya , insan (manusia) itu adalah Nur muhammad itu sendiri.

kesimpulannya:
Insan (manusia ) itu bertubuh diri Nur muhammad atau bertubuh diri batin (nur muhamad bathin/ruhul qudus) dan diri Nur muhammad atau diri batin itulah “DIRI INSAN” atau “DIRI MANUSIA”…!! ,

firman Allah dalam hadist qudtsi ; Al insaanu sirri wa ana sirruhu artinya :Manusia itu rahasiaku, dan akulah rahasianya,….! dan kewajiban setiap insan atau manusia adalah untuk mengenal diri “RAHASIA”nya, atau mengenal diri “BATIN”nya atau mengenal diri “NUR MUHAMMAD”nya. firman Allah dalam hadist qudsi : AKU adalah perbendaharaan yang tersembunyi, AKU ingin dikenal maka AKU ciptakan “mahkluk”,agar supaya “MENGENAL” KU.

Man arafa nafsahu fakad arafa Rabbahu : Barang siapa mengenal dirinya , dia akan “KENAL TUHANNYA” Jadi yg disebut mahluk itu yg belum mengenal diri yg sesungguhya sehingga terhijab dan syirik. tak bercerai sifat dan dzat tak bersatu sifat dan dzat, pada hakikatnya sifat adalah dzat itu sendiri. tak bercerai insan dan nur muhammad, tak bersatu insan dan nur muhammad pada hakikatnya insan adalah nur muhammad itu jua.

Manusia atau insan bertubuhkan Nur muhammad,..Nur muhammad itulah diri manusia atau insan. manusia dan insan itu bukan benda yang sama, bagaimana mungkin dapat dikatakan sama, pada hal kedua-duanya mempunyai ciri-ciri yang berbeda,
manusia terdiri daripada ruh, akal, nafsu dan jasad, manakala insan adalah ruh yang ditiupkan- Ruhku.

jadi insan sentiasa suci bersih, sedangkan manusialah yang banyak berdosa karna mengotori ruh. jadi manusialah yang harus disucikan supaya ia dapat menjadi insan (ruhku) dan seterusnya ruhku yang membawannya kembali kepada allah, kerana ia sebenarnya berasal daripada allah, dia ia tahu jalan pulang.

ANA ABU ARWAH WA ADAM ABU BASHAR
Hadits. Aku (muhamad) bapak sekalian ruh dan adam a.s bapak seluruh jasad manusia. dalam hadits lainnya , Aku nabi ,(muhamad) tlah menjadi nabi, ktka adam baru bercampur tanah dan air. Artinya adam belum lengkap jasadnya/blm sempurna kejiannya sehingga ia dilengkapi oleh nur muhamad bathin.

sebaliknya,…bagi yang tak mengenal,……dia bukan manusia, bukan pula insan, dia tak lebih dari bayang -bayang fata morgana ,…nampak nyata bentuknya, tak ada hakikat nya, dia tak lebih dari seongok daging, namanya; mahluk atau jasad, dia lah keniscayaan hawa nafsu. pada nya terhimpun segala kesenangan duniawi yang menipu,……!!

perkenalan kepada allah itu terbahagi kepada dua jenis,
perkenalan secara ilmiah atau teori dan perkenalan melalui pengalaman. perkenalan secara ilmiah/diskusi/pembelajaran hanyalah perkenalan sbtas intelek saja, tetapi bukanlah perkenalan sebenarnya. perkenalan begini dengan pembelajaran daripada orang telah mengenal allah.

contohnya seseorang diberitahu, tuhan itu begini dan begitu atau tuhan itu kelihtan dengan terang dan nyata, secara teorinya,
atau dengan pembacaan seperti kitab martabat tujuh seseorang dapat mengetahui perincian atau perjalanan dzat sehingga dipanggil allah dan dapat dilihat dengan terang dan nyata.

maka setelah dia tahu tuhan itu dapat kelihatan dengan terang dan nyata, maka dia pun berdiri di hadapan cermin lalu berkata, manusia itu ghaib yang wujud hanya allah, Sedangkan nafsu masih ada, kerana dia belum menjalani pembersihan diri,
diri belum lagi suci, nafsu masih lagi tebal, maka dia berkata ana al haq. ini adalah satu pendustaan, kerana allah adalah allah dan hamba adalah hamba, (kecuali setelah melalui pensucian diri).

Hamba dan tuhan tiada berbeda. jadi jikalau seseorang itu berkata ana al haq atau tuhan itu dapat kelihatan dengan terang dan nyata tapi dia belum lagi mengenali tuhan dengan cara pengalaman, maka di situ ada kekeliruan. tuhan tidak dapat dikenali secara pengalaman jikalau nafsu masih ada, kerana tuhan tiada nafsu, nafsu dijadikan allah untuk menguji manusia, perkenalan kepada tuhan secara pengalaman hanya didapati setelah nafsu tiada/ patuh, setelah melakukan pensucian diri.

Maksud tiada nafsu ialah ikut kpd contoh s.a.w. Tiada sempurna iman seseorang sehingga mengikuti apa yg ku bawa.(hadits) Baru dpt dikata, ANA ANTA BIMA AYYADTUKA WA ANTA BIMA QOLLANTUKA {aku ialah engkau,dengan ke kuatan ku yang ada pada engkau. dan engkau ialah aku dengan pertalian ku pada engkau}.

walau sangat terang dan nyata lengkap DIA pada insan/muhammad. dan pernyataan nya AKU adalah ENGKAU dan ENGKAU adalah AKU. serupa tapi tidak sebanding, ia tidak bisa dinyata kan DIA yang sebenar nya.tetapi tidak laen dari pada DIA tadi. karena martabat di sini, ada perkara QADIM dan MUHADATS di martabat ANA ANTA ini.

Sehingga DIA bukan DZAT lagi, setelah bertajalinya. Ini lah rahasianya jk sempurna perjalanan insan dlm penyucian. Sifat alloh di dalam tubuh muhammad yaitu sifat 7 (ma’ani), kudrat, iradat, ilmu, hayat, sama, basar dan kalam, untuk sempurna maripat, harus sempurna rukun iman.

dengan iman bertauhid (esa), tidak ada yang laen hanya alloh, dan tidak merubah ketentuan yang telah di buat Allah
Dan bagi Allah 99 asma, satu yang sangat dirahasiakan, yang dimaksud yang satu itu bukan asma lagi karena harus mencukupi 100 dan asmanya tetap 99. Selagi engkau tidak bisa mengesakan tuhan mu, selagi itu engkau tak akan melihat diri AKU dan tidak akan pernah mengetahui apa 1 yang sangat dirahasia kan itu???

Dan selagi itulah dirimu bukan AKU. Karna itulah ada hisaban amal, apa yg di hisab jika diri insan tak lain adalah dirinya yg 1 . Maka kembali ke padaku (Allah) bukan surga ataw neraka. Tapi bila diri insan tdk mengetahui dirinya yg 1, maka kembali ke surga atw neraka. Perlu di ketahui di surga, adam sudah keluar dr martabat ini ketika di dunia mengenal nur muhamadnya.

Karna di surga itu adalah ganjaran amal manusia sekaligus penjara ma’rifat. Insan itu sudah melewati kadar ma”rifatnya ktka di dunia maka tidaklah ia kembali ke surga dan neraka. Karna ruh insan itu yg tak lain disebut ruhullah ketika jasadnya wafat. Sedang jasad menjdi nur muhamad awal dgn 4 warna brsama ruh qudusku.

Jadi insan ktka hidup ruh bathinya disebut ruhul qudus. Sedangkan jasadnya di sebut adam. berkaitan AKU BAPA SEKELIAN RUH,, apabila dikatakan bapa maka dengan sendirinya bermaksud ia itu terjadi kerana ada perkaitan dengan BAPA, perkaitan ini biasanya dipanggil anak dengan bapa. tetapi jikalau sesuatu itu dilahirkan tanpa perkaitan dengan Bapa, maka bukanlah ia anak kepada Bapa itu.

yang ingin saya sampaikan di sini adalah terdapat dua jenis ruh,, iaitu ruh yang dijadikan daripada Nur Muhammad, ruh jenis ini adalah ruh yang bermula daripada Aql-i-kul dan ruh-ruh seterusnya yang di bawah. Ruh nabati, ruh hewani dsb. manakala ruh yang tidak dijadikan adalah terdiri Nur Muhammad, ruh hakikat muhammad dan ruh hakikat insan (yang berada pada makam wahdat dan wahdiah).

ruh inilah yang dikatakan rahsia atau “sirr ruh” inilah yang ditiupkan ke dalam jasad adam, ia qadim sama seperti nur muhammad yang juga qadim. bagi saya ini bagi semua yang dijadikan termasuk jin dan malaikat, kerana mereka dijadikan, dan ruh mereka dijadikan daripada nur muhammad. Di suruh iman juga kan jin itu.

tapi bagi insan haq tidak demikian kerana ruh insan tidak dijadikan, ruh insan adalah daripada tiupan ruh Dzat (Allah).
wa nafahtu fi hi min ruhi: aku tiupkan ruhku ke dalamnya (jasad manusia – manusia secara kasarnya terdiri dari jasad dan ruh).
jadi ruh insan bukan berasal dari nur muhammad tetapi adalah ruh allah sendiri. kerana itulah allah berkata, aku adalah rahsia insan, dan insan adalah rahsia ku.

dan rahsia ini hanya ada pada insan, ia pernah ditawarkan pada gunung ganang dan sebagainya, tapi tidak satu pun yang sanggup.
memang manusia (jasad) itu lahir dari ibu dan bapa, tapi ruh insan yang tidak dijadikan itu adalah langsung daripada allah.

itulah sebabnya dia berkata kepada insan (bukan kepada Manusia),, insan adalah rahsia ku, dan aku adalah rahsianya. kerana ruhku itu adalah aku ( bukan nur muhammad) Tentu saja insan ada tahapan penyician diri , hingga kembali kpdKu.

Maka tiada kembali insan kecuali kepadaku, bukan surga atau neraka. Apa yg kembali jika bkan ruhku. Sehingga tiada nafi, tiada itsbat.

One response to “Sang kisah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s