Makna keinginan


dialog seorang bijaksana dengan salah seorang cantriknya
di pelataran padepokan :

Murid :
Wahai yang tercerahkan, kenapa do’a ulun gak pernah kabul?
Kalo malam menggelayut, ketika orang sudah terpulas tidurnya
Hamba bersimpuh di hadapan-Nya
Minta dengan sangat kabulnya do’a ulun
Kalo siang kuayunkan kaki
Menggapai harapan
Sampai keringat ini mengkristal
Menunggu datangnya kabulnya do’a
Tapi tak pernah datang
Dimana keadilan itu Guru..?

Guru :
Wahai Muridku
Jika kujawab mengapa do’amu gak terkabul
Engkau akan menganggap menipumu
Jangan menuntut padaku
Aku adalah Guru
Tak berharap imbalan apapun
Dari yang kuajarkan
Imbalan darimu bagiku
Kau Pahami dan kau amalkan yang kuajarkan padamu
Aku hanya akan berkisah
Dengarkanlah dan resapi

Ada kisah tentang Nabi Isa Alaihis Salam dengan seorang muridnya
Telah diketahui bahwa N. Isa AS ini berjuluk ‘Ruhullah’
Penguasa Maqom ‘Ruh’
Penguasa Warna Merah (Dalam terminologi tarekat)
Mempunyai Mu’jizat dapat menghidupkan kembali makhluk yang sudah mati
Beliau mempunyai ‘kalimat yang agung’
Ismu Al A’dhom
yang jika di panjatkan pada Tuhan pemguasa Alam Semesta
Maka akan hiduplah yang mati
Maka ada murid yang penasaran dengan kalimat ini
Meminta untuk diajarkan kalimat ini
Tiada hari tanpa dia minta dijarkan kalimat itu
Mengiba
Bersimpuh
Tiada ingin makan dan minum
Yang dia tau dia harus dapat pengajaran kalimat itu
Maka Nabi Isa AS mengajarkan dengan syarat pergunakanlah secara bijaksana
Jika tidak kau akan menyesal selamanya
ibarat gelas retak kau isi air panas
Maka mendapat pengajaran murid itu
tentang ‘kalimat yang agung’
yang mampu menghidupkan yang mati
dengan bersuka ria sang murid menerima pengajaran itu
Bagai tumbuh sayap di kedua bahunya
Tak lama setelah itu dia ada keperluan
Maka pergilah sang murid itu
Kebetulan ia lewat sebuah ‘gurun’
Maka mendapatilah ia seonggok tulang belulang
Ingatlah ia akan pengajaran kalimat yang baru saja ia terima
Inginlah dia mencobanya
Maka ‘bersabdalah’ ia dengan kalimat itu
Sekejab dari tulang belulang itu
bentuk membentuk
menjadi seekor singa
Singa yang ‘tidur’ itu serasa bangun dari mimpinya
Dalam keadaan lapar yang sangat karena mungkin tidur panjangnya
Maka membau dia akan ‘darah segar’
sekejab diliatnya sang murid itu di depannya
yang masih bengong akan ketakjuban yang baru dilihatnya
Secepat berganti kengerian secepat itu pula singa melompat
menerkam
habislah sang murid itu
menjadi makanan singa yang baru bangun..
Guru :
Resapilah kisah ini
Jangan terburu – buru berprasangka yang tidak – tidak
Pada Tuhan Yang Maha Adil
Hakmu untuk berdoa
Lebih dahulu dari pada Hakmu untuk mendapatkan
Bahkan sebelum berdoa
Dia sudah tahu kebutuhanmu
Karena Dia Maha Tahu
Maha Mencukupi
Doamu yang panjang
Rintihanmu setiap malam
adalah kebanggaan-Nya
yang di tunjukan pada para Malaikatnya
Ini Hambaku
Hambaku ini bertamu kepadaKu
Maka Aku akan melayani hambaku sebaik-baiknya
Maka kesabaranmu dalam rintihan panjangmu
Yang diirikan para Malaikat
Membakar syetan – syetan di dirimu
Membuat Azazil lari terbirit – birit
Wahai Muridku, Camkanlah ini

Murid :
Wahai Guru , Terimakasih
Atas pengajaran ini
Akan kujadikan jimat
yang kukalungkan didada
Biarlah aku merintih
Sepanjang yang Dia Mau
Bahkan baru kuketahui sekarang
Rintihanku adalah Anugerah-Nya
Aku berasyik masyuk dengan Rajaku
Maka Wahai Guru
Tak ingin yang lain lagi
Maka do’aku sekarang
Ya Allah Penguasa Alam Semesta
Yang Tunggal
Biarkanlah hambamu ini merintih sepanjang malam
Dan jadikanlah aku Tamu-Mu

Guru :
Kau telah tercerahkan Muridku
Bersyukurlah engkau pada Anugerah yang agung ini
Anakku Perjalananmu masih panjang
Tugasku mengantarkanmu pada Guru Sejatimu sendiri
Guru Sejatimulah yang akan mengantarmu ke tujuan
Tujuan yang di damba setiap pencari

Maka berurai air mata sang murid. Begitu juga Gurunya sangat haru biru terhadap kemajuan spiritual yang diraih muridnya…

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s